Setiap rel akan selalu menjadi saksi sejarah

Terhadap kereta kehidupan yang melintas di atasnya

Kamis, 10 Mei 2012

Pemuda=Pahlawan Negara


Dulu ketika aku masih dalam kandungan ibuku,aku belum mengarti apa-apa yang ada di dunia ini apalagi tentang pahlawan.
Dulu ketika aku balita aku hanya tahu oarang-orang disampingku yang selalu menemaniku, apakah dia yang disebut pahlawan atau bukan aku juga tidak mengerti.
Dulu ketika aku masih TK, aku mengganggap bahwa seseorang yang disebut sebagai pahlawan adalah seseorang yang mempunyai kekuatan super, bisa terbang, seperti Batman, atau Spiderman.
Ketika kelas 1 SD, pemikiranku berkembang dan mengira bahwa pahlawan itu adalah Bung Karno, Bung Hatta, Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, dan sebagainya. Pemikiran seperti itu mengendap dalam otakku hingga aku kelas 4 SD.
Saat kelas 4 SD, aku mulai sadar bahwa pngertian aku tentang pahlawan dan kepahlawanan ternyata salah kaprah. Bu Guru PPKn saat itu menjelaskan bahwa seorang pahlawan itu bukan berarti harus mengangkat senjata dan ikut berperang melawan Belanda atau Jepang. Pahlawan itu bukan pula berarti harus seseorang yang memiliki kekuatan super, bisa meremukkan mobil dengan kedua tangannya, atau pun bisa terbang tanpa menggunakan pesawat atau parasut.
Akupun ikut bertanya karena penasaran, “Lalu siapa donk, Bu?”. Bu Guru menjawab, ”engkau pun bisa jadi pahlawan asalkan kalian semua mau”. Aku semakin bingung dan terdiam. “Saya masih gak ngerti, Bu.Kok bisa semua orang bisa jadi pahlawan?” .   
Ibu Guru pun menjelaskan “Bung Karno, Bung Hatta, Pangeran Diponegoro, dan sebagainya disebut pahlawan karena mereka rela berkorban dan berjuang untuk membela negara dan bangsa kita dari kaum penjajah.
Superman, Batman, Spiderman, Power rangers dan Superhero disebut sebagai pahlawan karena mereka juga rela berkorban dan berjuang demi membela kaum yang lemah yang ditindas oleh musuh-musuh mereka yang jahat dan kejam.
Jadi, mereka semua memiliki persamaan yaitu sama-sama rela berkorban dan gigih berjuang untuk membela sesuatu, dan sesuatu itu adalah berguna bagi banyak orang. Kalian pun bisa menjadi seperti mereka dengan menauladani sifat mereka yang rela berkorban dan gigih berjuang membela sesuatu yang benar, baik, dan bermanfaat bagi banyak orang.
Ketika aku menduduki jenjang SMP dan SMA, pahlawan itu adalah siswa yang bisa mengerjakan soal-soal di papan tulis dan yang mendapatkan sanjungan dari sang Guru.
Lebih dewasa lagi ketika aku sudah bergelar sebagai seorang mahasiswa, ternyata begitu luas makna dari pahlawan itu.  Kita bisa menepati janji itu pun bisa di katakan sebagai seorang pahlawan. Tak usah bermimpi tinggi untuk bisa menduduki kursi panas sebagai seorang presiden sehingga baru bisa dikatakan sebagai seorang pahlawan. Dan tidak harus orang-orang yang  sudah mempunyai jabatan tinggi di ketatanegaraan yang bisa disebut pahalawan. Kita sebagai mahasiswa atau pemuda penggerak juga punya andil yang cukup besar untuk menjadi pahlawan bagi rakyat Indonesia yang masih sangat haus akan kewajiban-kewajiban yang belum dipenuhi oleh pemimpin-pemimpin mereka. Pemuda sebagai director of change harus bisa berpikir solutif untuk negara yang sedang carut marut seperti ini, berani menyuarakan aspirasi juga berani memberikan solusi (ehem...sepertinya harus sambil belajar mengurus negara keluarga deh...hihihi).
Namun apakah pemuda bisa menjadi pahlawan negara jika hanya bermodal pemikiran?. “Tidak”, kataku. Untuk Indonesia yang serba Glamour seperti ini, tentunya modal dompet tebal lebih diutamakan... (Maksud loh..?) Dan sekali lagi menjadi pahlawan tidak harus memegang bedil dan senapan. Namun, hal itu bukan berarti kita tidak membutuhkan senjata untuk berjuang.” Kita tidak perlu senapan, senjata ataupun granat itu semua kalau kita bukan anggota TNI atau POLRI. Lagian, untuk saat ini, barang-barang itu sudah lebih jarang digunakan oleh Pak Polisi dan Pak Tentara, soalnya dah gak ada lagi yang perlu ditembak kecuali maling, rampok, atau penjahat. Senjata yang kita perlukan saat ini adalah:
  1. Iman dan taqwa,
  2. Ilmu Pengetahuan,
  3. Keterampilan,
  4. Kreatifitas,
  5. Usaha yang jujur dan tekun.
Dengan bersenjatakan 5 hal di atas, insyaAllah kita semua bisa menjadi Pahlawan-Pahlawan baru bagi negara Indonesia ini (waduh, kalau semua pemuda memiliki modal ini, tidak rugi dah bagi bapak atau ibu yang menjadikannya sebagai mantu, hehehe..).Di tahun 2014, akankah ditemukan seonggok pahlawan yang bisa memberikan perubahan bagi negeri ini? (halah, masa bodoh yang penting setelah keluar dari universitas, keluar dari universitas?itu lulus atau DO ya?hehe...)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar