Dulu ketika aku masih dalam
kandungan ibuku,aku belum mengarti apa-apa yang ada di dunia ini apalagi
tentang pahlawan.
Dulu ketika aku balita aku hanya tahu
oarang-orang disampingku yang selalu menemaniku, apakah dia yang disebut
pahlawan atau bukan aku juga tidak mengerti.
Dulu ketika aku masih TK, aku
mengganggap bahwa seseorang yang disebut sebagai pahlawan adalah seseorang yang
mempunyai kekuatan super, bisa terbang, seperti Batman, atau Spiderman.
Ketika kelas 1 SD, pemikiranku
berkembang dan mengira bahwa pahlawan itu adalah Bung Karno, Bung Hatta, Tuanku
Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, dan sebagainya. Pemikiran seperti itu
mengendap dalam otakku hingga aku kelas 4 SD.
Saat kelas 4 SD, aku mulai sadar
bahwa pngertian aku tentang pahlawan dan kepahlawanan ternyata salah kaprah. Bu
Guru PPKn saat itu menjelaskan bahwa seorang pahlawan itu bukan berarti harus
mengangkat senjata dan ikut berperang melawan Belanda atau Jepang. Pahlawan itu
bukan pula berarti harus seseorang yang memiliki kekuatan super, bisa
meremukkan mobil dengan kedua tangannya, atau pun bisa terbang tanpa menggunakan
pesawat atau parasut.
Akupun ikut bertanya karena
penasaran, “Lalu siapa donk, Bu?”. Bu Guru menjawab, ”engkau pun bisa jadi
pahlawan asalkan kalian semua mau”. Aku semakin bingung dan terdiam. “Saya
masih gak ngerti, Bu.Kok bisa semua orang bisa jadi pahlawan?” .
Ibu Guru pun menjelaskan “Bung
Karno, Bung Hatta, Pangeran Diponegoro, dan sebagainya disebut pahlawan karena
mereka rela berkorban dan berjuang untuk membela negara dan bangsa kita dari
kaum penjajah.
Superman, Batman, Spiderman, Power
rangers dan Superhero disebut sebagai pahlawan karena mereka juga rela
berkorban dan berjuang demi membela kaum yang lemah yang ditindas oleh
musuh-musuh mereka yang jahat dan kejam.
Jadi, mereka semua memiliki
persamaan yaitu sama-sama rela berkorban dan gigih berjuang untuk membela
sesuatu, dan sesuatu itu adalah berguna bagi banyak orang. Kalian pun bisa
menjadi seperti mereka dengan menauladani sifat mereka yang rela berkorban dan
gigih berjuang membela sesuatu yang benar, baik, dan bermanfaat bagi banyak
orang.
Ketika aku menduduki jenjang SMP dan
SMA, pahlawan itu adalah siswa yang bisa mengerjakan soal-soal di papan tulis
dan yang mendapatkan sanjungan dari sang Guru.
Lebih dewasa lagi ketika aku sudah
bergelar sebagai seorang mahasiswa, ternyata begitu luas makna dari pahlawan
itu. Kita bisa menepati janji itu pun
bisa di katakan sebagai seorang pahlawan. Tak usah bermimpi tinggi untuk bisa
menduduki kursi panas sebagai seorang presiden sehingga baru bisa dikatakan
sebagai seorang pahlawan. Dan tidak harus orang-orang yang sudah mempunyai jabatan tinggi di
ketatanegaraan yang bisa disebut pahalawan. Kita sebagai mahasiswa atau pemuda
penggerak juga punya andil yang cukup besar untuk menjadi pahlawan bagi rakyat
Indonesia yang masih sangat haus akan kewajiban-kewajiban yang belum dipenuhi
oleh pemimpin-pemimpin mereka. Pemuda sebagai director of change harus bisa berpikir solutif untuk negara yang
sedang carut marut seperti ini, berani menyuarakan aspirasi juga berani
memberikan solusi (ehem...sepertinya harus sambil belajar mengurus negara
keluarga deh...hihihi).
Namun apakah pemuda bisa menjadi
pahlawan negara jika hanya bermodal pemikiran?. “Tidak”, kataku. Untuk
Indonesia yang serba Glamour seperti ini, tentunya modal dompet tebal lebih
diutamakan... (Maksud loh..?) Dan sekali lagi menjadi pahlawan tidak harus
memegang bedil dan senapan. Namun, hal itu bukan berarti kita tidak membutuhkan
senjata untuk berjuang.” Kita tidak perlu senapan, senjata ataupun granat itu
semua kalau kita bukan anggota TNI atau POLRI. Lagian, untuk saat ini,
barang-barang itu sudah lebih jarang digunakan oleh Pak Polisi dan Pak Tentara,
soalnya dah gak ada lagi yang perlu ditembak kecuali maling, rampok, atau
penjahat. Senjata yang kita perlukan saat ini adalah:
- Iman dan taqwa,
- Ilmu Pengetahuan,
- Keterampilan,
- Kreatifitas,
- Usaha yang jujur dan tekun.
Dengan bersenjatakan 5 hal di atas, insyaAllah kita
semua bisa menjadi Pahlawan-Pahlawan baru bagi negara Indonesia ini (waduh,
kalau semua pemuda memiliki modal ini, tidak rugi dah bagi bapak atau ibu yang
menjadikannya sebagai mantu, hehehe..).Di tahun 2014, akankah ditemukan
seonggok pahlawan yang bisa memberikan perubahan bagi negeri ini? (halah, masa
bodoh yang penting setelah keluar dari universitas, keluar dari universitas?itu
lulus atau DO ya?hehe...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar