Panas terik siang
ini, sinar sang mentari yang menyengat raga. Semoga sepanas semangat kita dalam
melangkah di jalan dakwah ini. Masih selalu berharap untuk teman-temanku nan
jauh di sana dalam perlindungan dan penjagaan ALLAH SWT. Perjalanan ini begitu
terasa nikmat, kadang suka kadang duka. Bersyukurlah telah memilih untuk
bergabung di jalan dakwah ini. Hidup itu pilihan, dan setiap pilihan itu
menunjukkan hakekat tujuan hidup manusia itu sendiri.
Merindukan masa-masa
awal pertama kali dimana kita bergotong-royong nan penuh ghirah demi suksesnya
suatu acara, tertawa bersama, seakan hal yang paling sulit pun tetap terasa
ringan. Perjalanan yang tak kenal henti, kan terus berputar bagai roda,
berpikir keras untuk sebuah strategi dakwah. Namun, disamping itu semua sejenak
kita berdiam. Menengok ke belakang tentang apa yang sudah kita garap, apakah
yang kita lakukan sudah menunjukkan orientasi sasaran ke depan ataukah hanya
sekedar menjalankan agenda yang diperintahkan. Teringat bahwasannya hasil itu sebanding dengan usaha,
sudah berapa persenkah usaha dilakukan yang dapat memberi manfaat kepada umat
kampus, dan sudah sejauh mana perjalanan kita untuk mencapai kemenangan dakwah
kampus. Hati akan menangis, melihat kita yang terlena dengan kesibukan duniawi.
Begitu kurasa, gerak
ini sudah terpencar tak terarah, ruh-ruh pergerakan yang semakin surut, dan kini
banyak dari kalian yang dulu berada di barisan mulai menghilang dalam bayang
semu. Memang, adakalanya ketika kita berjalan dan terus berjalan kemudian
merasa lelah. Maka, berhentilah sejenak. Menggunakan waktu singkat itu untuk
kembali mengisi nutrisi jiwa, mengumpulkan semangat-semangat yang memudar, dan
merefresh ruh ini.
Mengevaluasi nurani,
tak akan sedikitpun merasa sia-sia dengan semua yang telah dikerjakan jikalau
semua tujuan ini hanya dicukupkan untuk ALLAH. Tak akan merasa sedikitpun
kekecawaan bahkan sakit hati itu timbul hanya karena ulah manusia jikalau
seluruh diri ini kita pasrahkan kepada ALLAH.
Memulai menata hati
kembali, sejenak merenung dan memohon ampun jikalau sedikitpun terbesit dalam
qalbu ini suatu kotoran yang hanya menyumbat murninya tujuan dakwah nan suci
ini. Dan kembali mengingat sebuah pesan bahwasannya, “Ada atau tidaknya kita
dalam barisan dakwah maka ISLAM akan tetap mencapai kejayaan”. Apakah kita akan
menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang diberikan ALLAH kepada kita untuk
memulai langkah mencapai makna hidup yang sesungguhnya. Bukankah sebuah
kesempatan emas jikalau setiap dari kita selalu melibatkan diri di dalam agenda
dakwah. Lagipula ALLAH juga telah menjanjikan kepada hambaNYA balasan yang
tiada pernah didapatkan dimanapun.
Mengajak teman-temanku
untuk segera bangun kembali. Membuka pikiran lebih luas lagi bahwasannya masih
banyak agenda-agenda yang harus terbahas untuk melangkah mencapai impian
bersama. Merapatkan barisan-barisan dakwah yang semakin kokoh. Melangkah
bersama dalam rangkulan ukhuwah. Kita satu untuk semua, menuju kampus yang
satu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar