Setiap rel akan selalu menjadi saksi sejarah

Terhadap kereta kehidupan yang melintas di atasnya

Selasa, 24 April 2012

Tentang Ukhuwah


Ukhuwah,,
Sebuah kata yang mungkin banyak orang mengatakan cukup simple dan mudah, namun tidak begitu denganku. Ukhuwah itu sungguh mahal, perlu pendakian dengan jarak yang jauh untuk menemukan ukhuwah yang sebenarnya.
Ukhuwah,,
Tidak hanya sekedar menyapa ketika bertemu, tidak hanya sekedar mengirim jarkom taujih ataupun agenda dan tidak hanya sekedar pinjam-meminjam barang. Begitu sulit diungkapkan, namun pastinya akan begitu nikmat jika sudah menemukan dan merasakannya.
Waktu kan terus berputar, sembari mengerjakan tanggung jawab yang diberikan maka seiring itu pula bergulat dengan ukhuwah. Bersyukur pada Rabb-ku, berada di perantauan nan jauh dari tanah asal hingga akhirnya menemukan peradaban baru dengan berbagai karakter yang lebih beragam. Bermula dari bundaran-bundaran kecil kemudian bersama menopang amanah dakwah hingga berada dalam suatu wadah untuk berjuang  demi tegaknya kalimatullah.
Berusaha  memanajemen diri untuk bisa beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, senyumnya yang begitu manis, tawanya yang menyejukkan dan sentuhan tangannya yang membuat kehangatan...
Aku rindu itu,,
Memulai belajar bersama orang yang tidak pernah mempunyai ikatan darah, begitu bisa menutupi hati yang sesak kala rindu halaman rumah. Selama berproses menjadi sosok yang lebih dewasa, selama itu pula gesekan-gesekan itu mulai ada. Sulit bagiku menangkap pesan-pesan yang mereka sampaikan. Entah mengapa aku merasa mereka mulai menjauh dariku, orang-orang yang begitu aku mencintainya bahkan melebihi diriku sendiri mulai menghilang dari pandangan mata yang tampak kabur ini. Adakah jarak yang membentang yang membuat ikatan tali ini mulai kendur, atau hanya karena perbedaan-perbedaan yang muncul ke permukaan yang menyebabkan tidak adanya toleransi hati untuk saudaramu ini. Ataukah ketidaknyamanan yang mulai mereka rasakan dengan suasana yang memanas ini.
Begitu banyak pertanyaan yang timbul dalam benak ini, dan betapa inginnya hati ini mendapat jawaban dari hati-hati yang mulai membisu.
Ukhuwah,,
Benar-benar mudah lidah mngucapkan, tapi betapa berat hati merasakan.
Hanya masalah klasik yang menghambat kerja, sudahlah..
Aku tahu tentunya mereka lebih memahami dan aku tahu hidup itu pilihan serta setiap pilihan itu adalah proses untuk menentukan kehidupan yang diingini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar