Setiap rel akan selalu menjadi saksi sejarah

Terhadap kereta kehidupan yang melintas di atasnya

Rabu, 21 Maret 2012

Sedikit Saja

Akhi-Ukhti tiada kata lain seindah “ukhuwah” yang patut kita dengungkan selama kita hidup dalam kebersamaan, beramal jama’i itu sebuah proses yang akan mendewasakan kita,,akankah jalan dakwah ini kan menjadi beban untuk kita? Ataukah kita merasa sendiri dalam jalan dakwah ini?ataukah kita merasa seperti mesin yang selalu di atur??tentu “tidak”,Allah senantiasa online menemani kita...adakah jalan ini begitu berat?tentu tidak..bagaimana dengan perjuangan Rasulullah?Bagaimana dengan perjuangan keluarga yasir??jika kita sudah merasa lelah hingga titik ini...

Menangis,Marah,Galau,Marah,Mutung...tafadhol mpun..tapi itu semua tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. Semua itu butuh kelegowoan akhi-ukhti..Jangan pernah untuk menuntut orang lain untuk mengerti kita jika selama ini kita tidak pernah mau untuk mengerti orang lain..

Hidup berjamaah itu “indah”, qiyadah ana pernah bilang nih,”saya lebih suka pangsit,tapi saudara-saudara saya lebih ingin makan mie ayam,,jadi saya yang mngalah makan mie ayam..APA THOO YANG TIDAK KALAU BISA BERKUMPUL BERSAMA-SAMA..(apalagi mie ayam pangsit lebih enak,,hehe)!!

Akhi-ukhti jika kita menjalani dakwah ini hanya ala kadarnya maka hasilnya pun juga akan ala kadarnya,sudah sampai seberapa terkumpul sangu kita untuk menebus surga nantinya... Apakah kita akan meninggalkan generasi yang lemah setelah kita?? Padahal sudah jelas, kita dilarang meninggalkan generasi yang lemah. Allah SWT lah yang memerintahkannya.
Bertemu dengan orang-orang yang berbeda bukanlah suatu ALASAN UNTUK TIDAK BEKERJA DENGAN OPTIMAL...bahkan perbedaan itulah yang seharusnya peluang kita untuk saling mengisi apa yang kurang..Kalau kita sampai merasa pusing,puyeng,letih,lesu,lemah,lunglai maka semoga ALLAH mengganti dengan yang lebh baik..
Akhi-Ukhti mari kita perbaiki pola komunikasi kita, ketika kita ingin mewujudkan UM MADANI maka agenda yang seharunya kita bahas bukan lagi masalah ukhuwah atau tentang misskom,karena itu bekal dasar kita yang sudah bukan jamannya lagi untuk dibahas..JANGAN ADA DUSTA DIANTARA KITA!!sering2lah menemui saudara kita,sempatkan mengunjunginya dan jangan berharap antum akan dikunjungi saudara antum jika antuk tidak pernah mengunjungi saudara antum.


Akhi-Ukhti ayolah mewujudkan suburnya rasa kekeluargaan di antara kita yang terkadang kita butuh dengan curhat-curhatannya.adakalanya saudara-saudara kita membutuhkan nuansa seorang kakak adik dalam makna yang sebenarnya dalam ikatan islam yang kekal.
Kakak yang memperhatikan kegiatan adik-adiknya dan adik yang memahami kakak-kakaknya,alangkah harmonis jika keluarga ini saling mengisi puzle-puzle yang masih kosong.

Pernah kita merasa tidak diperhatikan kakak-kakak kita,merindukan paling  tidak secuil kata ‘semangat’.Bukankah sebagai adik paham akan kesibukan kakak-kakaknya?yang kerja lah,yang ngelesi lah,yang PPL lah,yang agenda lah,yang belum lulus2lah (ehhh).ADIKKU,INGATKAN KAKAKMU INI YANG LALAI AKAN KEWAJIBANNYA UNTUK SEKEDAR MENYAPA ADIK-ADIKNYA.
tapi sebagai seorangadik juga jangan melupakan amanah-amanah yang telah diberikan dengan semaksimala mungkin. Meski sebagai adik merasa lelah, bingung, galau tugas kuliah galau syuro’ ini syuro’ itu,kepanitiaan ini-itu,tapi TENANG DAN BERSABARLAH SERTA YAKINLAH SUATU SAAT AKAN MUNCUL ALUNAN NADA-NADA INDAH YANG AKAN MENGHIASI PENGORBANAN SELAMA INI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar