Akhi-Ukhti tiada kata lain seindah “ukhuwah” yang patut kita
dengungkan selama kita hidup dalam kebersamaan, beramal jama’i itu
sebuah proses yang akan mendewasakan kita,,akankah jalan dakwah ini kan
menjadi beban untuk kita? Ataukah kita merasa sendiri dalam jalan
dakwah ini?ataukah kita merasa seperti mesin yang selalu di atur??tentu
“tidak”,Allah senantiasa online menemani kita...adakah jalan ini begitu
berat?tentu tidak..bagaimana dengan perjuangan Rasulullah?Bagaimana
dengan perjuangan keluarga yasir??jika kita sudah merasa lelah hingga
titik ini...
Menangis,Marah,Galau,Marah,Mutung...tafadhol
mpun..tapi itu semua tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. Semua
itu butuh kelegowoan akhi-ukhti..Jangan pernah untuk menuntut orang
lain untuk mengerti kita jika selama ini kita tidak pernah mau untuk
mengerti orang lain..
Hidup berjamaah itu “indah”,
qiyadah ana pernah bilang nih,”saya lebih suka pangsit,tapi
saudara-saudara saya lebih ingin makan mie ayam,,jadi saya yang mngalah
makan mie ayam..APA THOO YANG TIDAK KALAU BISA BERKUMPUL
BERSAMA-SAMA..(apalagi mie ayam pangsit lebih enak,,hehe)!!
Akhi-ukhti
jika kita menjalani dakwah ini hanya ala kadarnya maka hasilnya pun
juga akan ala kadarnya,sudah sampai seberapa terkumpul sangu kita untuk
menebus surga nantinya... Apakah kita akan meninggalkan generasi yang
lemah setelah kita?? Padahal sudah jelas, kita dilarang meninggalkan
generasi yang lemah. Allah SWT lah yang memerintahkannya.
Bertemu
dengan orang-orang yang berbeda bukanlah suatu ALASAN UNTUK TIDAK
BEKERJA DENGAN OPTIMAL...bahkan perbedaan itulah yang seharusnya
peluang kita untuk saling mengisi apa yang kurang..Kalau kita sampai
merasa pusing,puyeng,letih,lesu,lemah,lunglai maka semoga ALLAH
mengganti dengan yang lebh baik..
Akhi-Ukhti mari kita perbaiki
pola komunikasi kita, ketika kita ingin mewujudkan UM MADANI maka
agenda yang seharunya kita bahas bukan lagi masalah ukhuwah atau
tentang misskom,karena itu bekal dasar kita yang sudah bukan jamannya
lagi untuk dibahas..JANGAN ADA DUSTA DIANTARA KITA!!sering2lah menemui
saudara kita,sempatkan mengunjunginya dan jangan berharap antum akan
dikunjungi saudara antum jika antuk tidak pernah mengunjungi saudara
antum.
Akhi-Ukhti
ayolah mewujudkan suburnya rasa kekeluargaan di antara kita yang
terkadang kita butuh dengan curhat-curhatannya.adakalanya
saudara-saudara kita membutuhkan nuansa seorang kakak adik dalam makna
yang sebenarnya dalam ikatan islam yang kekal.
Kakak
yang memperhatikan kegiatan adik-adiknya dan adik yang memahami
kakak-kakaknya,alangkah harmonis jika keluarga ini saling mengisi
puzle-puzle yang masih kosong.
Pernah
kita merasa tidak diperhatikan kakak-kakak kita,merindukan paling
tidak secuil kata ‘semangat’.Bukankah sebagai adik paham akan
kesibukan kakak-kakaknya?yang kerja lah,yang ngelesi lah,yang PPL
lah,yang agenda lah,yang belum lulus2lah (ehhh).ADIKKU,INGATKAN KAKAKMU
INI YANG LALAI AKAN KEWAJIBANNYA UNTUK SEKEDAR MENYAPA ADIK-ADIKNYA.
tapi sebagai seorangadik juga jangan melupakan amanah-amanah yang telah
diberikan dengan semaksimala mungkin. Meski sebagai adik merasa lelah,
bingung, galau tugas kuliah galau syuro’ ini syuro’ itu,kepanitiaan
ini-itu,tapi TENANG DAN BERSABARLAH SERTA YAKINLAH SUATU SAAT AKAN
MUNCUL ALUNAN NADA-NADA INDAH YANG AKAN MENGHIASI PENGORBANAN SELAMA
INI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar